GERBANG CELEBES – Luwu, Kodim 1403/Palopo, Lettu Arh Janri Benyamin (Danramil 1403-04/Padang Sappa), menghadiri undangan Rapat Koordinasi Babinsa dengan PPL ,dalam rangka menghadapi panen raya untuk mendukung percepatan penyerapan gabah/beras bertempat di Kantor BPP Kec. Ponrang Kab. Luwu (25/3/25).
Untuk melakukan percepatan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani, Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog Sulsel, siap hadapi gelombang panen raya padi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dìketahui Kabupaten Luwu saat ini sedang memasuki masa awal panen raya, dì akhir Maret hingga awal April 2025 ini, terkait hal tersebut BPP, PPL dan Babinsa Kec Ponrang melakukan Rapat Koordinasi, yang dihadiri oleh Yapet S, S.P (Ketua BPP Kec. Ponrang), para Babinsa, dan PPL Kec Ponrang.
Kegiatan ini merupakan rapat untuk menyamakan persepsi antara Babinsa dan PPL dalam menghadapi panen raya yang akan di mulai pada Minggu I bulan April 2025, dalam mendukung program Pemerintah pada penyerapan gabah/beras kita harus bersinergi dan koordinasi yang baik, Untuk memenuhi target, Babinsa, PPL, dan Tengkulak adakan koordinasi yang baik di lapangan. “Ucap Yapet S, S.P selaku Ketua BPP Kec. Ponrang”.
Danramil 1403-04/P. Sappa Lettu Arh Janri Benyamin menyampaikan dalam kegiatan ini Babinsa dan PPL,harus selalu berkoordinasi saat petani akan menjual gabahnya, Pada saat panen Babinsa dan PPL agar bersama-sama turun ke lokasi cek dan laporkan, jangan terjadi seperti didaerah Kab. Majalengka Jawa Barat mereka Penen kondisi masih hijau dan belum mencapai usia 120 hari, padi yang diserap sebagai cadangan Pemerintah dan nantinya untuk Masyarakat juga setra mengantisipasi saat libur hari raya, dan pasca libur hari raya,harus ada jadwal panen sebagai kontrol dalam proses panen, jangan sampai ada pembeli dari luar atau tengkulak yang memanfaatkan situasi libur lebaran. ‘Ucapnya”
Seperti diketahui para petani sebagian besar sudah terikat oleh tengkulak karena mereka sudah di berikan biaya/dana untuk mengolah sawah mereka dengan perjanjian hasil panen di beli oleh tengkulak tersebut, sehingga petani mengalami kesulitan untuk memberikan gabahnya di beli oleh Bulog, untuk itu Babinsa dan PPL akan melaksanakan Koordinasi secara humanis kepada pihak tengkulak agar mau kerja sama untuk memberikan sebagian gabah petani ke Bulog untuk mendukung program pemerintah.”Pungkasnya”