GERBANG CELEBES – Ilmuwan memperkirakan, tabrakan Bima Sakti dengan black hole atau lubang hitam supermasif mungkin lebih dekat dari yang kita duga.
Tersembunyi jauh di dalam galaksi kerdil Awan Magellan Besar yang mengorbit Bima Sakti dalam lingkaran yang semakin rapat, tanda-tanda objek tak kasat mata yang sangat besar dengan massa sekitar 600.000 kali massa Matahari telah terdeteksi.
Karena Awan Magellan Besar suatu hari nanti akan bertabrakan dengan galaksi kita sendiri, itu berarti lubang hitam juga ditakdirkan untuk menabrak.
Yang lebih menarik lagi adalah, lubang hitam tersebut jatuh ke dalam rezim massa yang jarang terlihat, di bawah satu juta kali massa Matahari. Jika keberadaannya dapat dikonfirmasi, hal itu memberi kita titik data baru untuk memahami bagaimana lubang hitam tumbuh dari massa seukuran bintang menjadi monster besar yang setara dengan tidak hanya jutaan, tetapi miliaran massa Matahari.
Penemuan ini, yang dipimpin oleh astrofisikawan Jiwon Jesse Han dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics (CfA), telah diserahkan ke The Astrophysical Journal, dan saat ini tersedia di server pracetak arXiv seperti dilihat detikINET, Jumat (21/2/2025)