GERBANG CELEBES – Mason Greenwood seolah terlahir kembali bersama Olympique Marseille. Greenwood menemukan sentuhan emasnya lagi setelah dibuang oleh Manchester United akibat terlibat skandal di luar lapangan.
Greenwood menjadi salah satu pemain terbaik Marseille di musim 2024/2025. Pemuda Inggris itu sukses menjaringkan 14 gol dari 23 penampilan di musim perdananya di Ligue 1 Prancis.
Kebangkitan Greenwood ini rupanya karena peran sang ayah yang selalu ada untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan kepada Greenwood di masa-masa sulit usai dibuang MU. Hal ini diungkap pelatih Marseille Roberto De Zerbi.
“Dia beruntung memiliki ayah yang selalu hadir. Dia tahu itu. Saya berbicara dengan ayahnya sesekali dan kami benar-benar berusaha membantunya berkembang dan mencapai tingkat berikutnya,” papar De Zerbi seperti dinukil dari Tribalfootball.
Berkat dukungan penuh sang ayah, Greenwood jadi bisa mengeluarkan kembali bentuk permainan terbaiknya. De Zerbi yakin Greenwood akan terus berkembang ke depannya.
“Ia memiliki kualitas teknis dan moral. Ia orang yang cerdas. Saya sering berbicara dengannya sehingga kami selalu berusaha memaksimalkan kemampuannya.” sambung De Zerbi.
Pemain sepak bola muda berbakat, Mason Greenwood, kembali ke lapangan hijau setelah melewati masa sulit dalam kariernya. Lahir pada 1 Oktober 2001, ia memulai perjalanan sepak bola di akademi Manchester United dan mencuri perhatian dunia dengan mencetak gol termuda untuk klub tersebut di kompetisi Eropa pada usia 17 tahun. Namun, kariernya yang menjanjikan sempat terhenti di Oktober 2022 karena tuduhan percobaan pemerkosaan, penyerangan, dan perilaku pengendalian dan paksaan. Tuduhan tersebut kemudian dicabut pada Februari 2023, membuka jalan bagi Greenwood untuk kembali ke dunia sepak bola profesional.
Setelah melewati masa penundaan karier, Greenwood dipinjamkan ke Getafe untuk musim La Liga 2023-2024. Masa peminjaman ini menjadi batu loncatan baginya untuk membuktikan kemampuannya. Performa apiknya selama masa peminjaman menarik perhatian klub Ligue 1, Marseille, yang kemudian merekrutnya secara permanen pada Juli 2024 dengan kontrak lima tahun senilai hingga 31,6 juta euro.
Keputusan Marseille ini menuai pro dan kontra, terutama dari Walikota Marseille yang mengkritik transfer tersebut. Namun, Greenwood menjawab keraguan dengan penampilan impresif di awal kariernya bersama Marseille, mencetak gol dan memberikan assist dalam beberapa pertandingan.
Meskipun telah kembali bersinar di lapangan, bayang-bayang kontroversi masa lalu masih mengikuti Greenwood. Kontroversi ini tidak hanya berdampak pada kariernya, tetapi juga pada citranya di mata publik. Ia juga pernah merasakan pahitnya sanksi ketika membela tim nasional Inggris. Debutnya bersama timnas pada September 2020 harus ternoda karena ia dan Phil Foden dikeluarkan dari skuad setelah melanggar protokol karantina COVID-19 di Islandia. Kejadian ini menambah daftar kontroversi dalam perjalanan karier Greenwood.